Bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), masa pandemi Covid-19 telah mendisrupsi operasional usaha. Mereka pun dituntut untuk melakukan transformasi digital karena penjualan secara tatap muka berkurang akibat kebijakan pembatasan fisik. Selain itu, transformasi digital memang harus dilakukan agar tak tertinggal zaman. Pasalnya, digitalisasi juga punya banyak keuntungan. Pelaku usaha kini bisa memasarkan produknya lebih luas dengan bantuan teknologi. Mereka bisa menjual produknya ke seluruh Indonesia dan bahkan ke penjuru dunia. Meski membantu memperluas peluang bisnis, nyatanya melakukan transformasi digital bukan perkara mudah bagi pelaku UMKM. Mereka harus menghadapi beragam tantangan yang bisa menghambat digitalisasi usahanya. Lalu, tantangan apa saja yang biasanya menjadi penghalang? Kemudian, dari tantangan itu, solusi apa yang bisa dilakukan? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan berikut.1.

  1. Pengetahuan teknologi masih rendah

Tantangan pertama yang sering menghambat pelaku UMKM go digital adalah terbatasnya kemampuan dan pengetahuan mereka dalam memanfaatkan teknologi serta platform digital. Pelaku UMKM umumnya belum mengetahui cara mengunduh aplikasi untuk berjualan, mengunggah informasi dan foto terkait produk mereka di situs e-commerce, serta memaksimalkan ragam fitur yang dihadirkan situs online. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pelaku usaha harus belajar secara bertahap. Proses belajar ini bisa dilakukan mulai dari bergabung dengan komunitas UMKM, mencari mentor, hingga mengikuti ragam kelas online atau webinar.

2. Menentukan platform digital

Saat melakukan transformasi digital, sering kali pelaku usaha kebingungan terhadap platform mana yang harus mereka manfaatkan guna menjangkau konsumen lebih luas. Namun, sebelum menentukan platform digital yang digunakan, pelaku usaha harus terlebih dahulu menentukan target konsumennya. Hal ini kerap disebut mencari persona (profiling persona) yang tepat untuk disasar. Dengan adanya persona, pelaku usaha bisa mengetahui berbagai informasi mengenai target market, mulai dari gender, usia, lokasi, kebiasaan, hingga penghasilan mereka. Informasi ini bisa membantu UMKM menentukan platform digital yang hendak digunakan, seperti email, telepon, blog, atau media sosial.

3. Strategi pemasaran digital

Strategi pemasaran digital atau digital marketing juga jadi salah satu tantangan yang harus dihadapi UMKM dalam perjalanan transformasinya. Sebenarnya, bila pelaku usaha sudah memiliki pengetahuan lebih terhadap teknologi dan telah menentukan platform digital yang digunakan sesuai persona konsumennya, mereka akan lebih mudah menentukan strategi pemasaran.

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *